Skip to content

Dosen

October 23, 2012

Di artikel ini saya akan bercerita mengenai dosen yang paling saya tidak suka yaitu Pak Sigit Dwi Nugroho (Pak Mahendra kalau baca ini jangan cerita ke Pak Sigit ya…^^)

Pak Sigit menurut saya dalam mengajar lumayan tetapi saya tidak suka Pak Sigit karena beliau terlalu egois dan aneh. Pada hari pertama saya sudah menganggap beliau aneh karena kata – kata yang diucapkannya yaitu “IT itu merusak otak” saya merasa heran karena beliau berani bilang begitu padahal mahasiswa yang diajarnya saat itu yang berjumlah sekitar 50 orang semuanya adalah murid IT, menurut saya kalu dia memang beranggapan bahwa IT merusak otak seharusnya beliau tidak mengajar mahasiswa IT.

Di pertemuan pertama beliau juga selalu membahas hal – hal yang berhubungan dengan militer dan perang menurut beliau negara Indonesia tidak akan pernah maju kalau militernya tidak kuat. Kata – kata ini membuat saya terheran – heran karena apa hubungannya negara Indonesia menjadi negara maju dengan militier, apa mungkin maksud beliau dengan negara “maju” adalah negara yang berkuasa dengan kekuatan militernya? Dan menurut pandangan saya, di hari pertama itu Pak Sigit mungkin sebenarnya ingin menjadi tentara tetapi tidak kesampaian entah karena apa.

Beliau juga gila hormat, kalau dosen lain pasti akan membiarkan mahasiswanya yang terlambat, tetapi beliau pasti akan secara tidak langsung menyindir mahasiswa yang terlambat tersebut. Dan apabila mahasiswa yang terlambat itu tidak mengetuk pintu terlebih dahulu dan setelah masuk mengatakan “Permisi Pak” maka mahasiswa tersebut akan disuruh maju untuk menjawab pertanyaan.

Cara beliau menilai tugas menurut saya sangat aneh dan tidak adil. Kalau pertanyaannya suruh memilih pilihan dan memberi alasan, cara beliau menilai adalah pertama – tama akan dilihat pilihan yang dipilih mahasiswa tersebut, bila tidak sama maka akan langsung dinilai nol jawaban tersebut tanpa melihat alasannya,kalaupun pilihannya sama tetapi alasannya tidak sama maka akan tetap dinilai nol. Jadi, menurut saya seharusnya beliau tidak memberi pertanyan “pilih pilihanmu sendiri dan alasannya” melainkan “pilih jawaban dan beri alasan yang sesuai dengan pemikiran saya”

Ini saja yang bisa saya ceritakan mengenai Pak Sigit kalau ada yang membaca saya ucapakan terimakasih.

From → Kehidupan Kuliah

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: