Skip to content

Game

Di artikel terakhir ini saya akan bercerita tentang hobi saya yang kedua yaitu bermain game.

Saya mulai suka bermain game sudah dari waktu saya masih kelas 1 SD, waktu itu saya biasanya bermain ke tempat teman saya untuk bermain game PS. Setelah masuk SMP saya mulai menyukai dan kecanduan bermain game PC sehingga nilai saya menurun drastis karena tidak belajar. Di artikel ini saya hanya akan membahas tentang hobi bermain game PC saja.

Yang memperkenalkan saya pada game PC adalah teman saya SMP. Dia mengajak saya ke warnet untuk pertama kalinya untuk bermain game offline. Waktu itu karena gamenya menarik (saya lupa nama gamenya jadi harap maklum) saya jadi kecanduan dan hampir setiap hari ke warnet untuk bermain game. Tetapi setelah nilai pelajaran saya di SMP mulai turun saya mulai mengurangi main ke warnet.

Lalu, saya mulai mengenal game online pada waktu saya kelas 1 SMP semester 2, yang mengenalkan saya pada game online waktu itu adalah orang yang sama yang juga memperkenalkan saya pada game PC offline. Waktu itu saya juga kecanduan bermain game offline tetapi karena teringat nilai pelajaran saya, saya tidak berani bermain terlalu sering seperti dulu dan berusaha menahan diri.

Game Online yang saya mainkan ada banyak, yang pertama kali saya mainkan adalah SealIndo, game tersebut sangat menarik minat saya sehingga saya yang semula inginnya menjadi arsistek malah jadi ingin menjadi pembuat game (game creator). Dan sejak itupun saya banyak bermain game – game online lain seperti AyoDance, GetAmpeD, dan lain – lain. Sewaktu kelas 2 SMA semester 2 saya berusaha berhenti bermain game online karena memikirkan UAN. Tetapi karena pengaruh teman – teman saya yang “buruk” akhirnya saya main game lagi sampai sekarang. Game yang akhir – akhir ini saya mainkan adalah DotA dan Digimon Master Online.

Sekian saja artikel saya mengenai hobi saya bermain game. Atas perhatiannya saya ucapkan banyak terimakasih.

Membaca

Di artikel kelima ini saya akan bercerita mengenai hobi membaca saya.

Meskipun saya hobi membaca tetapi bukan berarti saya suka membaca buku pelajaran (^^) tetapi buku komik dan novel serta artikel – artikel mengenai hal – hal baru kalau menurut saya judul artikelnya menarik.

Di rumah saya mengkoleksi banyak novel dan komik , terutama komik.Saya pertama kali membaca komik adalah waktu saya SD dan karena suka saya terus –terusan mengkoleksi dan membaca komik sampai sekarang.  Komik yang paling saya suka sampai sekarang adalah One Piece karena menurut saya gambar dan juga ceritanya bagus dan menarik, sampai – sampai waktu libur kelulusan SMA dan belum masuk kuliah, karena menganggur saya membaca One Piece dari volume 1 sampai 60 (waktu itu terakhir keluar memang baru volume 60) sebanyak 3 kali dalam kurun waktu sekitar 1 minggu 3 – 4 hari. Komik kedua yang saya sukai adalah Naruto, sama seperti One Piece saya juga menyukai cerita dan gambarnya. Tetapi tidak sampai seperti One Piece yang saya baca sampai 3 kali banyaknya. Untuk komik – komik lainnya yang saya koleksi, ceritanya memang menarik tapi kurang memuaskan jadi tidak akan saya ceritakan di artikel ini.

Kedua saya akan bercerita mengenai novel. Novel yang saya sukai adalah yang bergenre misteri. Dan yang paling saya suka tentunya adalah tokoh novel misteri paling terkenal di dunia Sherlock Holmes, meskipun akhir – akhir ini saya mulai suka membaca novel misteri Agata Christy karena pengaruh dari kakak perempuan saya. Tapi memang saya masih lebih banyak mengkoleksi novel Sherlock Holmes daripada Agatha Christy. Saat saya membaca novel saya selalu langsung membacanya sampai habis dan tidak akan serta tidak mau melakukan apapun sebelum selesai membacanya. Yang saya suka dari Sherlock Holmes adalah misterinya yang rumit dan cara pemecahan yang dilakukan oleh Sherlock Holmes yang menarik.

Sekian yang bisa saya ceritakan tentang hobi membaca saya yang saya suka sejak kecil. Terimakasih atas perhatian anda dan juga karena sudah bersedia membaca arikel saya ini

Kos

Di artikel kedua mengenai kehidupan pribadi saya akan menceritakan tentang kehidupan saya selama di kos di Surabaya ini.

Waktu masih mencari kos orangtua saya dan saya tidak hanya mencari murahnya saja tetapi juga kualitas kebersihan dan kenyamanan kos. Dan akhirnya, saya menemukan tempat yang cocok yaitu di Ngagel Jaya Tengah no.50 Surabaya. Jarak dari kos ke iSTTS Cuma sekitar 30an meter. Jadi, saya tidak perlu takut terlambat kalau – kalau bangung kesiangan.

Di kos saya ini ada 3 lantai dan 20 kamar termasuk kamar orang yang menjaga kos. Yang tinggal di sini sebagian besar adalah mahasiswa iSTTS yaitu sekitar 14 orang dan dari 14 orang itu yang mahasiswa semester 1 ada 7 orang jadi di kos sering ada kumpul bareng mahasiswa semester 1 hampir setiap harinya. Dan kalau ada tugas dan macet dan tidak bisa mengerjakan bisa tanya ke teman – teman semester 1 dan baru kalau sama – sama tidak bisa maka kami akan bertanya ke senior kami di kos kami.

Waktu pertama kali datang ke kos ini saya merasa agak takut karena pertama kalinya menginap di kos. Waktu itu semua penghuni kos saya kira adalah senior saya di iSTTS karena semuanya tidak pernah saling menyapa pada hari pertama itu. Meskipun setelah itu saya baru tahu kalau banyak juga mahasiswa semester 1 yang mengekos di sana yang sebelumnya saya kira adalah senior saya. Dan setelah akhirnya mengenal satu sama lain ternyata mereka enak diajak berbicara.

Minggu – minggu pertama saya ngekos sangat kacau karena ospek, apalagi saya tidak mengenal jalan – jalan di Surabaya jadi waktu disuruh mencari barang – barang ospek saya bingung harus mencarinya di mana. Bahkan pernah saya satu kali tersesat sehingga berjalan kaki sampai 1,5 jam. Waktu itu saya sedang mencari toko untuk membeli barang keperluan ospek. Saya sudah diberitahu kalau sebelumnya kalau toko yang saya cari itu arahnya menuju ke arah belakang kampus iSTTS dan karena saya lupa saya malah ke arah depan iSTTS.

Itu saja yang bisa saya ceritakan mengenai kehidupan saya di kos. Terimakasih karena sudah mau membaca artikel ini.

SMA

Di artikel ini saya akan bercerita tentang kehidupan saya semasa SMA di kota asal saya Tulungagung.

Saya bersekolah di SMA Katolik swasta yang bernama SMA Katolik Santo Thomas Aquino. Di SMA saya tersebut tempatnya tidak begitu luas, tetapi suasananya menyenangkan. Dan di SMA saya setiap hari masuknya jam 6.20 tepat makanya, waktu pertama datang ke iSTTS saya senang karena masuknya paling pagi jam 8, tetapi saya juga heran karena banyak teman – teman saya dan dosen –dosen saya yang menganggap masuk jam 8 itu agak kepagian. Saya merasa heran mungkin karena memang sudah terbiasa masuk lebih pagi semasa SMA, dan berbeda dengan kuliah di SMA kalau sudah jam 6.20 gerbang sudah ditutup dan yang terlambat lebih dari 15 menit (sekitar jam 6.35) murid yang terlambat tersebut akan disuruh pulang.

Saya akan mulai bercerita tentang kehidupan SMA saya mulai dari waktu saya masih kelas 1 SMA.

Waktu masih kelas 1 saya kira masa SMA itu berat tetapi ternyata malah lumayan menyanangkan. Waktu kelas 1 dan 2 guru Biologi saya sama yaitu Pak Hariyadi (nama panggilannya Pak Jo). Beliau cara mengajarnya menyenangkan tetapi tugas – tugas yang diberikan beliau sangat mematikan. Maksud saya mematikan karena tugas – tugas yang diberikan beliau tidak pernah bisa ditemukan jawabannya di buku catatan maupun di buku cetak, bahkan meski sudah mencari di internet menemukan jawabannyapun masih susah.

Waktu akan naik ke kelas 2 saya bingung karena harus memilih antara masuk IPA atau IPS tapi akhirnya saya memilih masuk IPA karena teman – teman saya yang satu sekolah sejak SD sebagian besar masuk IPA. Waktu kelas 2 SMA saya menjadi pengurus ekstrakulikuler yang saya ikuti. Di ekskul yang saya ikuti peminatnya sangat sedikit terutama yang laki – laki bahkan waktu kelas 2 pun yang laki – laki di ekskul tersebut hanya 4 orang termasuk saya. Waktu disuruh mengatur persiapan untuk acara menginap di sekolah sebenarnya saya agak malas tetapi ternya menyenangkan karena setelahnya bisa mengerjai junior – junior saya.

Waktu kelas 3 kelas saya terkenal sebagai kelas “pemberani” karena berani ramai di kelas meskipun yang mengajar adalah guru – guru “killer”. Menurut saya masa paling menynangnkan semasa SMA adalah waktu kelas 3 karena meskipun akan menghadapi UAN tetapi tidak tegang karena setiap hari selalu ada saja perbuatan – perbuatan “nakal” yang dilakukan oleh saya dan teman – teman saya di kelas.

Sekian yang bisa saya ceritakan mengenai kehidupan SMA saya, saya ucapkan terimakasih pada yang bersedia membaca.

Kampus

Di artikel kedua tentang kehidupan kuliah saya akan menceritakan tentang keadaan dan suasana kampus.

Pertama saya akan menceritakan tentang kebersihan kampus, menurut saya tingkat kebersihan di kampus lumayan, karena setiap hari dibersihkan sampai bersih. Tetapi menurut saya yang masih kurang bersih adalah kamar mandi. Saya tidak tahu kalau kamar mandi perempuan tapi yang pasti kamar mandi laki – laki selalu bau. Kamar mandi di lorong sebelah gedung U contohnya, di sana kamar mandinya lumayan bersih tetapi bau, apalagi salah satu tempat buang air kecil itu rusak jadi kalau ada yang kencing di sana air kencingnya “menumpuk”. Kalau tempat lain menurut saya sudah baik.

Kedua saya akan menceritakan tentang kelas. Gedung L yang pertama, di gedung L karena saya hanya pernah masuk ke labnya maka akan saya ceritakan tentang labnya. Di lab komputernya kurang banyak jadi kalau ada pelajaran yang membutuhkan lab biasanya ada yang satu komputer untuk dua mahasiswa jadi kadang belajarnya kurang nyaman. Kedua adalah gedung N di ruang N-203 AC-nya rusak jadi waktu belajar tidak nyaman karena panas lalu ruang N-201 laptopnya terlalu banyak virus, yang membuat saya heran laptopnya bisa bertahan.Lalu ada gedung U di gedung U yang pernah saya masuki hanya U-401 di mana ruang itu adalah tempat mengajar dosen Panca…. yang saya ceritakan di artikel sebelumnya, sebenarnya ruangannya nyaman tetapi yang membuat tidak nyaman adalah “dosen”nya. Gedung B pertama kantin di kantin makanannya pilihannya lumayan banyak dan harga terjangkau. Lalu perpustakaan, di perpustakaan ruangannya nyaman, bukunya lumayan lengkap ada komputer juga tapi sayang tidak boleh ramai. Lalu B-303 tempat belajar IWWW di sana ruanganya nyaman sayangnya harus lepas sepatu bikin repot saja. Lalu B-401 di sana beberapa mahasiswa menyebutnya “ruang terkutuk” karena setiap dosen yang mengajar kami di kelas tersebut selalu datang terlambat. Lalu ada B-5 tempat olahraga, saya jarang ke sana jadi tidak bisa cerita apa –apa.

Sekian arikel saya mengenai kampus. Terimakasih karena sudah mau membaca.

Dosen

Di artikel ini saya akan bercerita mengenai dosen yang paling saya tidak suka yaitu Pak Sigit Dwi Nugroho (Pak Mahendra kalau baca ini jangan cerita ke Pak Sigit ya…^^)

Pak Sigit menurut saya dalam mengajar lumayan tetapi saya tidak suka Pak Sigit karena beliau terlalu egois dan aneh. Pada hari pertama saya sudah menganggap beliau aneh karena kata – kata yang diucapkannya yaitu “IT itu merusak otak” saya merasa heran karena beliau berani bilang begitu padahal mahasiswa yang diajarnya saat itu yang berjumlah sekitar 50 orang semuanya adalah murid IT, menurut saya kalu dia memang beranggapan bahwa IT merusak otak seharusnya beliau tidak mengajar mahasiswa IT.

Di pertemuan pertama beliau juga selalu membahas hal – hal yang berhubungan dengan militer dan perang menurut beliau negara Indonesia tidak akan pernah maju kalau militernya tidak kuat. Kata – kata ini membuat saya terheran – heran karena apa hubungannya negara Indonesia menjadi negara maju dengan militier, apa mungkin maksud beliau dengan negara “maju” adalah negara yang berkuasa dengan kekuatan militernya? Dan menurut pandangan saya, di hari pertama itu Pak Sigit mungkin sebenarnya ingin menjadi tentara tetapi tidak kesampaian entah karena apa.

Beliau juga gila hormat, kalau dosen lain pasti akan membiarkan mahasiswanya yang terlambat, tetapi beliau pasti akan secara tidak langsung menyindir mahasiswa yang terlambat tersebut. Dan apabila mahasiswa yang terlambat itu tidak mengetuk pintu terlebih dahulu dan setelah masuk mengatakan “Permisi Pak” maka mahasiswa tersebut akan disuruh maju untuk menjawab pertanyaan.

Cara beliau menilai tugas menurut saya sangat aneh dan tidak adil. Kalau pertanyaannya suruh memilih pilihan dan memberi alasan, cara beliau menilai adalah pertama – tama akan dilihat pilihan yang dipilih mahasiswa tersebut, bila tidak sama maka akan langsung dinilai nol jawaban tersebut tanpa melihat alasannya,kalaupun pilihannya sama tetapi alasannya tidak sama maka akan tetap dinilai nol. Jadi, menurut saya seharusnya beliau tidak memberi pertanyan “pilih pilihanmu sendiri dan alasannya” melainkan “pilih jawaban dan beri alasan yang sesuai dengan pemikiran saya”

Ini saja yang bisa saya ceritakan mengenai Pak Sigit kalau ada yang membaca saya ucapakan terimakasih.

Gambar Manga